Jumat, 18 Oktober 2013

DENGAN SEMANGAT HARI PAHLAWAN KITA SUKSESKAN SILATNAS DI BANDUNG

SUKSESKAN SILATNAS PERTAMA 2013 DI BANDUNG
SEKRETARIAT SILATURAHMI NASIONAL KORPS MENWA INDONESIA 2013
MAKO MENWA MAHAWARMAN JAWA BARAT
Jl. Surapati N0. 29. Bandung Jawa Barat,
Telp.(022) 2506116
Contact Person :
Danmen : Wawan Setiawan,SH ( Hp. 0813.2299.2388)
Ketua Panitia : Hayun Shobri ,SH, MH, ( Hp. 0818.620029)
Engkun DOnKUN KURNIA ( Koord Acara ),Hp.085721121945
Sekretaris : Martika Edison, SIP. ( Hp.0813.220.77086 )
Humas : Eko Pradono ,SH, ( Hp. 0818.435655 )
Pubdok : Asmuransyah AM ( Hp. 085213.965561
Add caption
WCDS, MENWA INDONESIA JIWA KORSA UNTUK NKRI , mohon ijin, kepada semua Senior , Sahabat sahabat ,Anggota MENWA INDONESIA untuk segera Mendukung dan berkoordinasi dengan Panitia Silatnas dan Latgab Hirbak Menwa Indonesia 2013, di Gedung Merdeka - Gedung Konferensi Asia Afrika ,Bandung ,8 ,9 10 November 2013, Jayalah Menwa Indonesia untuk NKRI. Trims ,Salam Hormat 

WCDS SEMANGAT JIWA KORSA MENWA INDONESIA UNTUK NKRI , SUKSESKAN SILATNAS INDONESIA 2013,ACARA TEMPAT GEDUNG MERDEKA ASIA AFRICA BANDUNG ,8 ,9 10 November 2013, SUKSESKAN SILATURAHMI NASIONAL MENWA INDONESIA




Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H SUKSESKAN LATGAB MENWA SE INDONESIA
Takbir tasbih dan tahmid meliputi angkasa raya, hati terenyah dan tergetar, terimakasih ya Allah, telah memasukkan kita semua dalam golongan Ibrahim. Selamat Hari PAHLAWAN sukseskan SILATNAS DI BANDUNG TANGGAL 8 SAMPAI DENGAN 10 NOPEMBER 2013..SUKSESKAN SUKSESKAN SILATNAS DI BANDUNG


SEKRETARIAT SILATURAHMI NASIONAL KORPS MENWA INDONESIA 2013
MAKO MENWA MAHAWARMAN JAWA BARAT
Jl. Surapati N0. 29. Bandung Jawa Barat,
Telp.(022) 2506116
Contact Person :

Danmen : Wawan Setiawan,SH ( Hp. 0813.2299.2388)
Ketua Panitia : Hayun Shobri ,SH, MH, ( Hp. 0818.620029)
Engkun DOnKUN KURNIA ( Koord Acara ),Hp.085721121945
Sekretaris : Martika Edison, Sip ( Hp.0813.220.77086 )
Humas : Eko Pradono ,SH, ( Hp. 0818.435655 )
Pubdok : Asmuransyah.AM ( Hp. 085213.965561

Minggu, 13 Oktober 2013

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H



Allaahu akbar… Allaahu akbar… Allaahu akbar…
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Takbir tasbih dan tahmid meliputi angkasa raya hati seluruh dunia tersentuh dan tergetar mendengarkan suara takbir di mesjid mesjid
Mungkin saatnya kita harus mempertanyakan pada diri kita, Apa makna Qurban sejatinya?
Apakah kita melaksanakan semua ini benar-benar untuk Ibadah?
Apakah hati kita telah bersih dari semua penyakit Riya’, Takabbur serta Rakus?
Apakah tingkah laku serta ucap kata kita benar-benar muncul dari ketakwaan kita terhadap Allah swt?
Apakah kita bersungguh-sungguh ikhlas Ridho melaksanakan Qurban ini demi Allah swt?
mari kita satukan dengan semangat jiwa korsa dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H mohon maaf lahir dan bathin minal aidzin wal faidzin taqobballahu mina waminlum


Sebaiknya kita sebagai umat muslim tahu tentang amalan apa saja yang harus kita lakukan untuk menyambut hari raya kita, yaitu hari raya idul Adha
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini yaitu Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya Ya Rasulullah tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil takbir dan tahmid.” Macam-Macam Amalan yg Disyariatkan

Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah Amal ini adalah amal yang paling utama berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya antara lain sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam “Dari umrah ke umrah adalah tebusan di antara keduanya dan haji yg mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”
Berpuasa selama hari-hari tersebut atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama dan yg dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi “Puasa ini adalah untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dgn puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” . Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Berpuasa pada hari Arafah krn mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
Takbir dan Dzikir pada Hari-Hari Tersebut Sebagaimana firman Allah Ta’ala “.. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yg telah ditentukan ..”. . Para ahli tafsir menafsirkannya degan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil takbir dan tahmid”. . Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq Rahimahullah meriwayatkan dari fuqaha’ tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan “Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaha Ilallah wa-Allahu Akbar Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu” Artinya “Allah Maha Besar Allah Maha Besar Tidak ada Allah Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar Allah Maha Besar segala puji hanya bagi Allah”. Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid, dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ..”. Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama yaitu degan berkumpul pada suatu majelis dan mengucapkannya dgn satu suara . Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar degan mengikuti orang lain. Dan diperbolehkan berdzikir degan yang mudah-mudah. Seperti takbir tasbih dan doa-doa lainnya yg disyariatkan.
Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” .
Banyak Beramal Shalih Berupa ibadah sunat seperti shalat sedekah jihad membaca Al-Qur’an amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama sekalipun jihad yg merupakan amal ibadah yang amat utama kecuali jihad orang yang tidak kembali dgn harta dan jiwanya.
Disyariatkan pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq Yaitu pada tiap saat siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad yaitu yang dilakukan tiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan degan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-Hari Tasyriq Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dgn sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Berkurban degan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya degan menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. .
Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi Orang yg Hendak Berkurban Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban maka hendaklah ia menahan diri dari rambut dan kukunya”. Dalam riwayat lain “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”. Hal ini mungkin untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah ” … dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan..” Larangan ini menurut zhahirnya hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja tidak termasuk istri dan anak-anaknya kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
Melaksanakan Shalat Idul Adha dan mendengarkan Khutbahnya Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian main judi mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
Selain Hal-Hal yang Telah Disebutkan di Atas Hendaknya tiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini degan melakukan ketaatan dzikir dan syukur kepada Allah melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya